| Written by abdullah |
|
Dakwah
Islam adalah salah satu bentuk media jihad yang terdapat di dalam agama
Islam. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menyebarkan
ilmu pengetahuan, menasehati sesama adalah beberapa aktivitas yang
biasanya terdapat di dalam dakwah Islam. Dakwah Islam adalah salah satu
bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, sebagaimana
firman Allah swt berikut:
“Serulah
(manusia) ke jalan Rabb-mu dengan hikmah1 dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang
lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah
yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. QS. An Nahl (16) : 125
“Dan
hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar1,
merekalah orang-orang yang beruntung”. QS. Ali Imron (3) : 104
“Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada
yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka,
diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah
orang-orang fasik”. QS. Ali Imron (3) : 110
Lalu bagaimana kaitan antara dakwah Islam dengan pacaran?
Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa pacaran itu dilarang menurut
pandangan Islam. Namun ada pula golongan yang mengatakan bahwa pacaran
boleh-boleh saja asal nggak kebangetan. Bahkan, ada pula
seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah yang akhirnya menggunakan
pacaran sebagai media dakwah. Ia berpendapat bahwa dengan pacaran akan
membuatnya lebih intensif dalam mendakwahi pasangannya. Benarkah
demikian?
Memang
larangan mengenai pacaran di dalam Islam tidak dibahas secara
eksplisit. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan
kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran
ini. Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan pacaran adalah hal yang
sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang
mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran.
Meskipun
tidak dijelaskan secara eksplisit, namun banyak sekali dalil yang dapat
di jadikan sebagai rujukan untuk pelarangan pacaran tersebut. Telah
sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan
perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA.
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra [17] : 32).
Lalu,
apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu? Diantaranya
adalah: saling memandang, merajuk/manja, bersentuhan (berpegangan
tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll. Karena
unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang
di dalamnya terdapat unsure tersebut adalah di larang. Hal ini
sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:
Dari
Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih
menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan
oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah
menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan.
Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah
mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan
menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang
membenarkan atau mendustakannya…” (HR Bukhari & Muslim)
Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al Quran berikut:
“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” (Bukhori dan Muslim)
"Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki
sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena
sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad).
“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu`jam Kabir 20/174/386)
"Demi
Allah, tangan Rasulullah shallallahu �alaihi wassallam tidak pernah
menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai�at.
Beliau tidak memba�iat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya ba�iat
kalian." (HR. Bukhori)
"Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR Malik , Nasa�i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Telah berkata Aisyah RA,
"Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan
wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai�atnya (mengambil janji)
dengan perkataaan." (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).
"Wahai
Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja)
dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu.
Namun yang kedua adalah haram" . (HR Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)
“Pandangan
itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang
memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena
Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari?
Kiamat.” (HR. Ahmad)
Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku
bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang (lawan-jenis) yang
(membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku
mengalihkan pandanganku.” (HR Muslim)
“Janganlah kau terlalu lembut bicara supaya (lawan-jenis) yang lemah hatinya tidak bangkit nafsu (syahwat)-nya.” (QS al-Ahzab [33]: 32)
Sekarang pertanyaannya, “Apakah di dalam pacaran terdapat unsur-unsur sebagaimana yang telah disebutkan pada dalil-dalil diatas?”
Kalau memang ada, maka jelas bahwa pacaran itu DILARANG di dalam Islam,
dengan alasan apapun. Jika dengan keterangan-keterangan yang sudah
diuraikan secara jelas di atas ternyata masih ada saja yang mengatakan
bahwa pacaran itu BOLEH, maka patut dipertanyakan, “Apa atau yang mana dalilnya?”.
Jangan mengatas namakan dakwah islam untuk menghalalkan pacaran!
Sebagai
aktivis dakwah islam, tentunya kita tahu bahwa antara laki-laki dan
perempuan (ikhwan dan akhwat) itu sudah ada seksi dakwah islamnya
masing-masing (anggaplah SEKSI DAKWAH ISLAM=penulis). Maksudnya adalah,
bagi akhwat/perempuan, di sana ada murobbiyah yang khusus menangani
dakwah islam dikalangan akhwat, dan disana juga sudah disediakan murobbi
yang menangani dakwah islam khusus dikalangan ihkwan secara intensif.
Diluar itu, ikhwan punya rekan sesama ikhwan untuk sekedar bertanya atau
konsultasi, begitu pula akhwat. Selain itu, untuk dakwah islam atau
ta’lim lain yang lebih bersifat umum, yang dapat dihadiri oleh ikhwan
dan akhwat pun sudah ada, seperti seminar, dll. Seminar, bedah buku, itu
boleh dihadiri oleh ikhwan dan akhwat namun tetap menghindarkan adanya
percampuran ataupun berdua-duaan. Maka serahkan saja urusan akhwat ini
kepada akhwat juga atau kepada murobbiah-nya. Kalaupun ada kepentingan,
sekedar menyampaikan saran atau masukan, sampaikan saja melalui rekan
akhwatnya, bukannya kita yang harus turunlangsung. Atau silahkan saja
sampaikan secara langsung dengan tidak melalui media pacaran dan
menghindari unsur-unsur yang mengarah pada MENDEKATI ZINA, sebagaimana
telah disampaikan di atas.
Kalau berbicara masalah “ingin berdakwah islam lebih intensif”,
banyak cara lain yang dapat kita lakukan. Kalau ingin mendakwah islami
orang, ya pilih yang ikhwan juga dong, jangan yang akhwat. Kalau yang
akhwat, sampaikan saja kepada rekan akhwat kita, bereskan?
Lagipula,
andaipun kita hendak melakukan dakwah Islam kepada seluruh perempuan
yang ada di sekolah kita, di kampus kita, di kantor kita, atau di
kampung kita…apakah lantas kita juga akan menjadikan mereka sebagai
pacar kita semua??? Tidak masuk logikakan alasan semacam ini!
Kalau
lantas kita mengatakan bahwa segala sesuatu itu bergantung kepada
niatnya (Pacaran yang niatnya untuk dakwah islam). Eittt…tunggu dulu!
Niat itu nggak berhenti sampai di situ aja. Niat itu harus diluruskan,
LURUSKAN NIAT! Maksudnya adalah, niat untuk melakukan kebaikan ya harus
dilakukan dengan cara yang lurus atau benar (sesuai dengan syariat),
bukan dengan cara yang buruk atau dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Kalau niat baik dilakukan dengan cara yang batil, itu namanya melenceng!
Sama aja seperti ini, “apakah niat menyumbang ke Masjid itu diperbolehkan manakala uangnya diperoleh dari hasil merampok?”, ya jelas aja ga boleh.
Itu namanya mencampur adukkan antara yang hak dengan yang batil, dan
Allah swt telah melarang hal tersebut, sebagaimana firman Allah yang
artinya:
"Dan
janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah
kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui." (QS al-Baqarah [2] : 42).
Dari
sini semakin jelas bahwa pacaran dilarang di dalam Islam. Dan tidak ada
dakwah Islam yang dilakukan dengan metode pacaran, karena nanti
jatuhnya bukan dakwah Islam lagi, melainkan MENDEKATI ZINA, dan
Rasulullah saw pun tidak mencontohkan cara-cara yang demikian.
Dakwah
islam Islam adalah perkara suci yang ditujukan hanya untuk Allah swt.
Maka jalankanlah dengan cara-cara suci yang diridhoi oleh Allah swt,
bukan dengan jalan batil yang justru akan menodai nama dakwah Islam dan
menimbulkan murka Allah swt.
Wallahua’lam bishshowab
Artikel ini juga dapat dibaca di www.lingkarcahaya.com
|
No day without change,.... And nothing is impossible if we want to try .... So... Now or never....!!!
DipundakKu Masa Depan BangsaKU
@Nash_Khoirun
Jumat, 18 Januari 2013
Dakwah Islam Melalui Pacaran
Empat Kriteria Masyarakat Jahiliyah
Oleh: Ihsan Tanjung
Muhammad Quthb, adik kandung asy-Syahid
Sayyid Quthb rahimahullah, menyebut dunia modern sebagai jahiliyah abad
20 atau jahiliyah modern. Menurutnya "jahiliyah" bukan hanya keadaan di
jazirah Arab pada masa awal Nabi Muhammad shollallahu 'alaih wa sallam
diutus. Jahiliyah merupakan sifat yang mungkin berlaku bagi masyarakat
manapun di zaman kapanpun bila memenuhi setidaknya empat kriteria.
Pertama, tidak adanya
iman yang sesungguhnya kepada Allah ta'aala. Yaitu, sikap yang
membuktikan kesatuan antara akidah dan syariat tanpa pemisahan.
Kedua, tidak adanya pelaksanaan hukum menurut apa yang telah diturunkan Allah ta'aala, yang berarti menuruti "hawa nafsu" manusia.
"...dan hendaklah kamu memutuskan
perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu
terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian
apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari
hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya
Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan
sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah
orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki,
dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi
orang-orang yang yakin?" (QS Al-Maidah ayat 49-50)
Ketiga, hadirnya
berbagai thaghut di muka bumi yang membujuk manusia supaya tidak
beribadah dan tidak taat kepada Allah ta'aala serta menolak syariat-Nya.
Lalu, mengalihkan peribadatannya kepada thaghut dan hukum-hukum yang
dibuat menurut nafsunya.
"Allah ta'aala Pelindung
orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan
(kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir,
pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari
cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya." (QS Al-Baqarah 257)
Keempat, hadirnya sikap
menjauh dari agama Allah ta'aala, sehingga penyelewengan menjurus
kepada nafsu syahwat. Masyarakat itu tidak melarang dan tidak merasa
berkepentingan untuk melawan perbuatan asusila.
Itulah beberapa ciri menonjol setiap
kejahiliyahan yang ada di muka bumi sepanjang sejarah. Semuanya muncul
dari cirinya yang paling pokok, yaitu penyelewengan dari kewajiban
berbakti dan menyembah Allah ta'aala sebagaimana mestinya.
Ciri pertama suatu masyarakat jahiliyah
adalah tidak adanya iman yang sesungguhnya kepada Allah ta'aala.
Sebagian masyarakat bisa jadi mengaku beriman, mengaku muslim. Namun
dalam hal mengimani Allah ta'aala, mereka mengimani Allah ta'aala
menurut selera, bukan sebagaimana Allah ta'aala memperkenalkan dirinya
di dalam Kitab-Nya. Mereka tidak tunduk kepada Allah ta'aala, malah
mereka yang mendefinisikan Allah ta'aala sesuai hawa nafsu.
"Dan mereka tidak menghormati Allah ta'aala dengan penghormatan yang semestinya." (QS Al-An'aam ayat 91)
Dalam suatu masyarakat jahiliyah mereka senang mengakui Allah ta'aala
sebagai Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Tapi mereka
tidak suka mendengar Allah ta'aala sebagai Yang Maha Keras siksaNya,
atau Maha Memaksa, Maha Perkasa serta Maha Sombong. Padahal semua ini
merupakan atribut dari Allah ta'aala yang jelas tercantum di dalam
Kitab-Nya.
"Dia-lah Allah ta'aala Yang tiada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan
yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah
ta'aala Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang
Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha
Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala
keagungan, Maha Suci, Allah ta'aala dari apa yang mereka persekutukan."
(QS Al-Hasyr ayat 22-23)
Mengapa sebuah masyarakat jahiliyah
bersikap pilih-kasih terhadap berbagai atribut Allah ta'aala? Karena
mereka banyak tenggelam dalam perbuatan dosa dan maksiat, sehingga
mereka sangat perlu dengan tuhan yang menyayangi dan mengampuni. Mereka
suka dengan tuhan yang menjanjikan surga yang penuh kenikmatan. Namun
mereka berusaha untuk tutup mata akan tuhan yang maha kuasa, maha
perkasa dan maha keras siksaannya. Mereka menutup mata akan hadirnya
neraka dengan segenap siksaannya yang mengerikan.
Sebab mereka ingin tetap bermaksiat
namun tidak ingin menerima konsekuensi atau hukuman akibat maksiat
tersebut. Maka mereka mengimani sebagian saja dari ketuhanan Allah
ta'aala. Artinya, mereka tidak mau mengembangkan iman yang sesungguhnya
kepada Allah ta'aala sebab mereka tidak siap menanggung resikonya.
Mereka beriman dengan cara berangan-angan. Mereka beriman dalam mimpi
belaka. Mereka sangat lemah dalam beriman. Sungguh benarlah Rasulullah
shollallahu 'alaih wa sallam dengan sabda beliau sebagai berikut:
"Orang yang paling cerdas ialah
barangsiapa yang menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi
(‘amal-perbuatan) dirinya dan ber'amal untuk kehidupan setelah kematian.
Dan orang yang paling lemah ialah barangsiapa yang mengikuti hawa
nafsunya dan berangan-angan (diampuni) Allah ta'aala." (At-Tirmidzi
8/499)
sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/empat-kriteria-masyarakat-jahiliyah-1.htm
Menjadi Mahasiswa Kritis, Cerdas, Dinamis Dan Berempati
Citra Mahasiswa
Mahasiswa merupakan bibit-bibit yang dapat memperjuangkan kemerdekan
bangsa dan sebagai pundak kemajuan Negara. Karena dalam diri seorang
mahasiswa memiliki semangat yang tinggi menuju perubahan. Dalam
realitas, dari zaman dulu sampai sekarang, telah terbukti peranan
mahasiswa yang menginginkan perubahan sistem pemerintahan yang
dianggapnya tidak sepemikiran dengan para mahasiswa. Demonstrasi yang
kerap kali dijadikan sebagai bentuk ekspresi perlawanan terhadap suatu
kebijakan merupakan peristiwa yang tidak heran lagi terjadi di jagat
raya Indonesia. Akhir-akhir ini pun banyak sekumpulan kelompok mahasiswa
yang melakukan demonstrasi di depan gedung MPR RI yang mengakibatkan
kericuhan dan perselisihan dengan aparat kepolisian. Sehingga tidak
sedikit pula aksi seperti itu menelan korban, baik hanya luka-luka
bahkan sampai meninggal dunia. Sebenarnya, aksi anarkis yang seperti itu
yang menyebabkan citra mahasiswa buruk di mata masyarakat. Masyarakat
menganggap mahasiswa hanya bisa demo dan melakukan kericuhan saja. Namun
memang seperti itulah adanya. Suasana seperti itu seolah-olah menjadi
hukum alam. Dan tidak bisa dihentikan. Kita tidak bisa menyalahkan si A
atau si B. Semua bisa berubah tergantung kepada kesadaran masing-masing,
baik dari rakyat kecil, masyarakat, civitas akademis dan para
pejabatnya.
Mahasiswa kritis, cerdas, dinamis dan berempati
Mahasiswa yang kritis ialah dia yang tidak mudah menerima sesuatu. Sia
selalu merasa tidak puas sehingga memiliki hasrat yang tinggi untuk
ingin mengetahui yang lebih jauh. Memang seorang mahasiswa hendaknya
seperti itu, memiliki jiwa kritis yang tinggi. Namun terkadang mahasiswa
mudah terbawa paham yang bertentangan dengan ideologi dan akal sehat,
karena pada dasarnya masa-masa menjadi seorang mahasiswa adalah masa
pencarian jati diri. “Siapa saya?” sehingga tidak sedikit malah
mahasiswa menjadi sasaran oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang
debgan sengaja menyiarkan ajaran yang bertentangan dengan syariat islam.
Untuk itu, selain daripada harus memiliki jiwa kritis, seorang
mahasiswa pun harus memiliki iman yang tinggi untuk dapat mempertahankan
syariat islam.
Mahasiswa cerdas memiliki pemikiran yang terus berkembang dan selalu
peka terhadap lingkungan dimana dia berada. Seorang mahasiswa pun mesti
memiliki kecerdasan. Karena mahasiswa telah diajarkan dididik oleh para
dosennya untuk selalu melakukan kebenaran. Tentu, mahasiswa harus
berbeda dengan orang lain yang tidak mengenyam bangku pendidikan.
Mahasiswa harus dapat memberikan tauladan yang baik, menjaga citra diri
yang baik dan dapat melaukan konstribusi terhadap masyarakat. Dan
cobalah lihat sosok Muhammad SAW. Tentu semua orang tahu siapa beliau.
Khususnya bagi mereka yang menganut agama Islam. Beliau adalah seorang
nabi yang amat cerdas semua orang pun mengakui kecerdasan beliau.
Terbukti dengan tersiarnya ajaran yang beliau bawa untuk disampaikan
kepada umatnya. Hingga sampai saat ini ajarannya masih banyak yang
menganut. Mahasiswa pun harus dapat menauladani kecerdasan beliau,
mahasiswa harus bisa melakukan pergerakan dan perubahan yang baik
terhadap masyarakatnya. Mahasiswa yang seperti itulah yang didambakan
oleh masyarakat dan Indonesia.
Dan mahasiswa yang dinamis ialah dia yang selalu ingin bergerak dan
melakukan perubahan. Mahasiswa yang seperti ini sangat dibutuhkan demi
kemajuan bangsa. Karena mereka selalu aktif dan peka terhadap
perkembangan yang terjadi di Negara Indonesia. Dan selain itu, seorang
mahasiswa mesti menyadari kodratnya sebagai makhluk sosial. Maka telah
menjadi keharusan bahwa seorang mahasiswa harus memiliki empati yang
tinggi terhadap siapa pun yang membutuhkan pertolongannya. Karena dengan
begitu, mahasiswa akan lebih dihargai oleh orang lain.
Kutipan percakapan di bawah ini antar dosen (Seorang Profesor) dengan
mahasiswa-nya merupakan salah satu contoh ciri mahasiswa yang memiliki
daya kemapuan kritis, cerdas, dinamis dan berempati.
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan beberapa pertanyaan, yaitu :
“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,
“Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab,
“Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan
Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa
pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa
Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali
lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah
sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan
panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel
menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita
menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa
kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai
panjang gelombang setiap warna. Tapi kita tidak bisa mengukur gelap.
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di
ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan
ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah
kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah,
Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti
dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul
dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.
ternyata… eh….tenyata nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
Bagaimana perasaan anda setelah membaca cerita diatas? Betapa cerdas dan
kritisnya Einstein menanggapi persoalan yang di ajukan oleh
Professornya. Namun semoga dari cerita tersebut mampu memberikan
motivasi kepada seluruh mahasiswa agar bisa berpikir kritis dan cerdas
untuk dapat menyelesaikan segala persoalan baik hal kecil maupun besar.
Dan berani mengambil segala resiko yang terjadi. SEMANGAT!
Kamis, 13 Desember 2012
Cinta Sejati Dalam Islam
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).
Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.
Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?
Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.
Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”
Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.
“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)
Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.
Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?
Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102
“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)
Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه
“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dan pada hadits lain beliau bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.
“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.
الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)
Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه
“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.
Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…
Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.
***
Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com
Footnote:
1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):
مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ
“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”
Selasa, 30 Oktober 2012
MODEL PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM
A. Pengertian Pendidikan
Islam
Dapat diartikan sebagai perbuatan (hal, cara,dan sebagainya)
mendidik: dan berarti pula pengetahuan tentang mendidik, atau pemeliharaan
badan, batin, dan sebagainya.
Penggunaan kata tarbiyah untuk arti pendidikan (education)
merupakan pengertian yang sifatnya ijtihad (interpretable). Oleh karena
itu, penggunaan kata tarbiyah dalam pengertian pendidikan yang umum
digunakan tidak ada salahnya. Sebagaimana para pakar pendidikan pada umumnya
menggunakan kata tarbiyah untuk arti pendidikan.
Adapun pengertian pendidikan dari segi istilah kita dapat merujuk
kepada berbagai sumber yang diberikan ahlio pendidikan. Dalam undang-undang
tentang Sistem Pendidikan nasional (UU RI NO.2 Th.1989) dinyatakan bahwa
pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan dating.
Selanjutnya, Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara,
mengatakan bahwa pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi
pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelect) dan tubuh anak
yang antara satu dan lainnya saling berhubungan agar dapatmemajukan
kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik
selaras dengan dunianya.
Dari dua definisi tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan adalah
merupakan usaha atau proses yang ditujukan untuk membina kualitas sumber daya
manusia seutuhnya agar ia dapat melakukan perannya dalam kehidupan secara
fungsional dan optimal. Dengan demikian, pendidikan pada intinya menolong
manusia agar dapat menunjukkan eksistensinya secara fungsional ditengah-tengah
kehidupan manusia. Pendidikan demikian akan dapat dirasakan manfaatnya bagi
manusia.
Adapun pengertian islam berasal dari bahasa arab yaitu dari kata aslama,
yuslimu, islaman yang berarti berserah diri, patuh, dan tunduk. Kata aslama
tersebut pada mulanya berasal dari salima, yang berarti selamat, sentosa
dan damai. Dari pengrtian demikian, secara harfiah islam dapat diartikan patuh,
tunduk, berserah diri (kepada Allah) untuk mencaoai keselamatan. Pengertian
islam dari segi kebahasaan ini sudah mengacu kepada misi islam itu sendiri
yaitu mengajak manusia agar hidup aman, damai dan selamat dunia akhirat dengan
cara patuh dan tunduk kepada Allah, dan selanjutnya upaya ini disebut sebagai
ibadah.
Secara keseluruhan, disini definisi yang bertemakan pedidikan
islam itu mengacu kepada suatu pengertian bahwa yang dimaksud dengan pendidikan
islam adalah upaya membimbing, mengerahakan, dan membina peserta didikan yang
dilakukan secara sadar dan terencana agar terbina suatu kepribadian yang utama
sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam. tujuan ini secara hirarkis bersifat
ideal, bahkan universal. Tujuan tersebut dapat dijabarkan pada tingkat yang
lebih rendah lagi, menjadi tujuan yang bercorak nasional, institusional,
terminal, klasikan, per bidang studi, per pokok ajaran, sampai dengan setiap
kali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
B. Aspek-aspek
Pendidikan Islam
Dilihat dari segi
sejarah dan periode mencakup:
1.
Periode pembinaan Islam yang berlangsung pada zaman Nabi Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wasallam.
2.
Periode pertumbuhan pendidikan islam yang berlangsung sejak zaman
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam wafat sampai masa akhir Bani Umayyah
yang diwarnai oleh berkembangnya ilmu-ilmu naqliyah.
3.
Periode kejayaan islam (puncak perkembangan) yang berlangsung
sejak permulaan Daulah Abbasiyah sampai dengan jatuhnya Baghdad, yang diwarnai
oleh berkembangnya ilmu akliahdan timbulnya madrasah, serta memuncaknya
perkembangan kebudayaan islam.
4.
Periode kemunduran pendidikan islam sejak jatuhnya Baghdad sampai
jatuhnya Mesir ketangan Napoleon, yang ditandai dengan runtuhnya sendi-sendi
kebudayaan islam danberpindahnya pusatpusat pengembangan kebudayaan ke duni
barat.
5.
Perode pembaharuan pendidikan islam sejak penduduk Mesir oleh
Napoleon sampai masakini, yang ditandai oleh gejala-gejala kebangkitan kembali
umat dan kebudayaan islam.
C. Model-model
Penelitian Ilmu Pendidikan Islam
Dilihat dari segi objek kajiannya, dibagi menjadi tiga bagian,
yaitu:
Pertama, ada pengetahuan ilmu,
yaitu pengetahuantentang hal-hal atau objek-objek yang empiris,diperoleh dengan
melakukan penelitian ilmiah, dan teori-teorinya bersifat logis dan empiris.
Kedua, pengetahuan filsafat,
yaitu pengetahuan objek-objek yang abstrak logis, diperoleh dengan berpikir,
dan teori-teorinya bersifat logis dan hanya logis (tidak empiris).
Ketiga, pengetahuan mistik,
yaitu pengetahuanyang objek-objeknya tidak bersifat empiris, dan tidak pula
terjangkau oleh logika. Objekpengetahuan ini bersifat abstrak, supra logis.
Adapun untuk lebih jelas mengenai model penelitian pendidikan
islam yaitu dengan beberapa contoh sebagai berikut:
1.Model Penelitian
Tentang problema Guru
Dalam usaha memecahkan problema guru, Himpunan Pendidikan Nasional
(National Education Association) di Amerika Serikat pernah mengadakan
penelitian tentang problema yang dihadapi guru secara nasional pada tahun 1968.
Produser yang dilakukan dalam penelitian tersebut dilakukan dengan
cara pengumpulan data yang dilakukan oleh Bagian Himpunan Pendidikan Nasional
Penelitian (National education Association) melalui survey pendapat umum
guru (opinion survey for teacher) pada musim semi pada tahun 1968 di
kalangan guru-guru sekolah negeri yang dijadikan sampel secara nasional.
2.Model Penelitian
tentang Lembaga Pendidikan Islam
Salah satu penelitian yang berkenaan dengan pendidikan islam yang
berkenaan dengan lembaga pendidikan islam adalah penelitian yang dilakukan oleh
Karel A. steenbrink dalam bukunya yang berjudul Pesantren, Madrasah dan
Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern yang diterbitkan oleh LP3ES,
Jakarta, tahun 1986.
Metode penelitian yang
dilakukannya adalah pengamatan (observasi). Sedangkan objek pengamatannya
adalah sejumlah pesantren yang berada di Jawa dan Sumatra.
3.Model Penelitian
Kultur Pendidikan Islam
Penelitian yang mengambil objek kultur pendidikan Islam khususnya
yang ada di pesantren, antara lain yang dilakukan oleh Mastuhu dan Zamakhsyari
Dhofir. Untuk mengenal model penelitian yang dilakukan oleh kedua peneliti ini
dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.Model Penelitian
Mastuhu
Penelitian yang bertemakan kultur pendidikan islam yang ada
dipesantren dilakukan Mastuhu pada saat menulis disertai untuk program doktor.
Penelitian dimaksud berjudul Dinamika Sistem Pendidikan pesantren yang
diterbitkan oleh Indonesian Netherlands Coopration in Islamic Studies (INS)
pada tahun 1994.
b.Model penelitian
Zamakhsyari Dhofier
Model penelitian yang
dilakukan oleh Zamakhsyari Dhofier masih disekitar pesantren. Penelitian yang
dilakukannya berjudul Tradisi Pesantren tentang Pandangan hidup Kiyai,
dan telah diterbitkan oleh LP3ES pada tahun 1982.
Minggu, 13 Mei 2012
Cerita Tentang Pemain Sepak Bola Muslim Di Eropa
Eropa, yang merupakan ‘kiblat’ sepakbola dunia ternyata memiliki keragaman yang luar biasa, salah satunya dalam bidang agama. Contohnya, meski di Eropa, ternyata cukup banyak juga pemain-pemain yang beragama islam di sana. Pesepakbola beragam muslim di kompetisi Eropa sendiri bisa dibilang sebuah fenomena karena jumlah mereka yang minoritas. Tak heran jika masalah ini cukup menarik untuk dibahas.
Bertepatan Bulan Ramadhan 2011 (1432 H) ini kompetisi sepak bola eropa segera bergulir bagaimanakah dengan pemain sepakbola yang beragam islam,, apa mereka tetap menjalankan puasa…?.,,Menurut beberapa sumber banyak dari mereka lebih memilih kompetisi dan mengganti puasa dibulan lain namun ada juga yang tetap menjalankan puasa,,Inilah profil beberapa pemain top Eropa yang merupakan seorang muslim dan penjelasan bagaimana mereka menyikapi puasa di bulan Ramadhan ini.
Rami Shaaban
Rami Shaaban mungkin terdengar asing bagi telinga pecinta sepak bola di tanah air, Lahir di Fisksatra Stockholm, 30 Juni 1975, Shaaban berdarah Mesir dari ayahanya dan ibu yang berasal dari Finlandia. Shaaban juga pernah membela Arsenal, dan menjadi kiper tim nasional Swedia,,ia senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding ia juga salah satu pemeluk Islam yang taat. Dia juga tidak pernah meminum alkohol yang diharamkan, termasuk dugem di klub-klub malam. Shaaban saat ini bermain untuk Hammarby IF.
Samir Nasri
Terbiasa untuk membaca surat Al-Fatihah sebelum pertandingan. Hal ini dilakukannya baik di tingkat klub bersama Arsenal atau ketika berada di timnas Prancis. Namun, untuk puasa Ramadhan, Nasri tidak berani melakukannya. Mengingat jadwal Premier League yang padat plus puasa yang jatuh pada musim panas, Nasri memilih untuk tidak melaksanakan rukun Islam yang wajib bagi umat Islam yang mampu melakukannya ini.
Frederic Kanoute
Menolak menggunakan seragam Sevilla karena disponsori oleh rumah judi, bahkan ketika seragam itu digunakan, Kanoute menutupinya dengan plester hitam. Ketaatan Kanoute dalam mengamalkan ajaran Islam juga mendapat dukungan penuh dari Sevilla. Ia diberi jersey (seragam) khusus tanpa sponsor. Hal itu karena sponsor utama Los Palanganas, 888.com, adalah situs judi yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ia juga menyumbangkan seluruh hasil penjualan kaosnya untuk beramal.
Tetap menjalankan ibadah puasa saat Ramadhan meskipun harus bertanding selama 90 menit, dan suhu yang bisa mencapai 40 derajat celcius. Tahun lalu di bulan Ramadhan di Eropa siang hari lebih panjang waktunya daripada malam hari, matahari bersinar selama 13 jam dari pukul 6.30 pagi hingga 20.00. Dan pertandingan biasanya digelar 2 jam sebelum waktu berbuka puasa.
Tahun 2007, Kanoute membayar 700.000 dolar US untuk membeli masjid di Sevilla. Awalnya, komunitas Islam di Spanyol menyewa tempat itu untuk menjalankan sholat, merasa prihatin. Kanoute pun membelinya untuk disumbang kepada umat Islam di Spanyol. Kanoute oleh komunitas Islam di Sevilla diminta membantu dan akhirnya bangunan itu dibeli Kanoute dan sampai sekarang menjadi tempat sholat komunitas Islam di Sevilla.
Yang paling controversial dari Kanoute adalah ketika Israel membombardir Palestina, akhir tahun 2008 hingga awal Januari 2009. Fredrick Kanoute, striker Sevilla yang beragama Islam dan berasal dari Mali, usai menjaringkan bola ke gawang lawan, membuka bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan “Palestine”. Kata Palestina itu ditulis juga dalam beberapa bahasa yang lain. Ini tentu saja dimaksudkan sebagai dukungan Kanoute pada Palestina yang tengah digempur oleh pasukan Israel di Gaza.
*Salut ane am Frederic Kanoute gan,,
*Salut ane am Frederic Kanoute gan,,
Mesut Ozil
Warga negara Jerman yang beragama Islam. Walaupun dibulan Ramadhan ia tak meninggalkan kebiasaanya berdoa dan membaca Al Qur’an. Sesibuk apapun ia selalu berusaha untuk membaca Al Qur’an.
Bahkan ketika akan menghadapi pertandingan Piala Dunia di Afrika Selatan beberapa waktu yang lalu ia selalu membaca ayat-ayat suci agama yang diyakininya itu. Jika sedang membaca Al Qur’an, dirinya yang juga keturunan Turki ini menjelaskan bahwa teman-temannya juga sudah maklum untuk memberikan kesempatan buatnya menyelesaikan bacaan dan tidak buru-buru mengajaknya berbincang-bincang.
Sebagai seorang Muslim, Mesut Ozil merasakan bulan Ramadhan saat ini memberikan banyak keberkahan tersendiri, karena dibulan Ramadhan tahun inilah pamornya makin berkibar dipentas sepakbola Eropa. Pemain yang gemar membaca Al Qur’an ini dibayar mahal oleh klub raksasa Spanyol, REAL MADRID.
Eric “Bilal” Abidal
Sejak masuk Islam, Abidal berusaha menjadi Muslim yang taat. Kariernya di lapangan hijau kian moncer. Penggemar La Liga Spanyol pasti mengenal sosok Eric Abidal. Ia dikenal sebagai bek andal yang memperkuat FC Barcelona dan Timnas Prancis. Ia suka membaca Al Quran sebelum bertanding.
Di setiap sesi latihan klub sepakbola Barcelona, Eric sering terlihat membawa tas kecil, mungkin banyak yang mengira isi tasnya si eric sama seperti teman teman di klubnya barcelona jika latihan bola: sepatu dan perlengkapannya yang menunjang untuk latihan.
Sebenarnya yang eric bawa dan membedakan isi tas kecilnya dengan pemain bola lain adalah alqur’an, Kitab suci Ummat islam di seluruh dunia yang “kini” menjadi agama
Minoritas di eropa.
Minoritas di eropa.
Karim Benzema
Striker anyar Real Madrid, Karim Benzema juga menjalankan puasa. Lahir di Lyon, Prancis 19 Desember 1987, Benzema merupakan striker andalan tim nasional Prancis. Sama seperti legenda Prancis, Zinedine Zidane, Benzema juga berdarah Aljazair.
Beruntung bagi Benzema, puasa tahun ini dia tidak sendirian di Santiago Bernabeu. Setidaknya ada Mahmadou Diarra dan Lassana Diarra yang juga beragama Islam.
Ketiganya tetap menjalankan puasa meski harus membela Madrid, tak heran jika tim dokter Madrid terus memantau perkembangan fisik ketiga pemainnya selama bulan Ramadan. Baik Benzema, Mahmadou dan Lassana diberikan nutrisi tambahan agar tidak terkena dehidrasi selama menjalani ibadah puasa tahun ini.
Beruntung bagi Madrid, Ramadan tidak terlalu berpengaruh besar saat mereka tampil.
Beruntung bagi Benzema, puasa tahun ini dia tidak sendirian di Santiago Bernabeu. Setidaknya ada Mahmadou Diarra dan Lassana Diarra yang juga beragama Islam.
Ketiganya tetap menjalankan puasa meski harus membela Madrid, tak heran jika tim dokter Madrid terus memantau perkembangan fisik ketiga pemainnya selama bulan Ramadan. Baik Benzema, Mahmadou dan Lassana diberikan nutrisi tambahan agar tidak terkena dehidrasi selama menjalani ibadah puasa tahun ini.
Beruntung bagi Madrid, Ramadan tidak terlalu berpengaruh besar saat mereka tampil.
Sami Khedira
Seperti halnya Ozil, Khedira merupakan pemain timnas Jerman keturunan yang juga memeluk agama islam. Ayahnya berasal dari Tunisia. Tetapi seperti halnya Ozil, Khedira juga tidak melakukan puasa Ramadhan secara penuh. Tentu saja karena tuntutan pekerjaannya. Sebenarnya, ketika masih bermain di VfB Stuttgart, Khedira selalu berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi kini ia memilih mengikuti jejak rekan setimnya di Real Madrid tersebut.
“Seorang muslim seharusnya berpuasa selama 30 hari sejak matahari terbit hingga tenggelam. Tetapi saya seorang atlet yang kompetitif, saya membutuhkan tenaga saya, yang tak mungkin saya miliki tanpa makanan,” ujar Khedira dalam sebuah wawancara.
Apa yang dilakukan oleh Khedira dan Ozil ini cukup bisa dipahami mengingat ternyata dewan muslim nya Jerman (seperti MUI di Indonesia) ternyata mengizinkan atlet-atlet profesional untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan.
Christian Negouai
Ia terpilih sebagai pemain yang wajib di tes doping dan harus diambil sample urine-nya. Karena Negouai sedang berpuasa maka urine itu tidak mau keluar, Kevin Keegan (Manajer Manchester City kala itu) menyodorkannya air putih untuk diminum agar urine-nya bisa segera keluar,namun Negouai tetap menolaknya karena ia sedang berpuasa. Negouai memilih membayar denda 2.000 pound dari kantongnya daripada harus membatalkan puasa.
Kolo Toure
Mengaku pernah mencoba tetap berpuasa, tapi kondisi latihan berat memaksa ia membatalkan puasanya. “Tapi saya pasti akan menggantinya di hari atau bulan lain. Itu adalah konsekuensi sebagai seorang muslim,” ujar Toure.
Franck Ribery
Mualaf setelah menikahi seorang gadis Perancis keturunan Maroko. Memiliki nama Islam yaitu Frank Bilal Ribery. Menurutnya Islam membawanya pada keselamatan. Islam yang menjadi sumber kekuatannya di dalam maupun di luar lapangan. Di saat ia mengalami masa-masa sulit dalam karirnya, Islam datang memberikan kedamaian. Ribery mengaku sebagai seorang muslim yang tidak pernah meninggalkan sholat wajib 5 waktu.
Nicolas Anelka
Mualaf yang memeluk Islam saat bermain di klub Turki Fenerbache. Memiliki nama Islam yaitu Abdul-Salam Bilal. Dalam wawancara yang dimuat di Match, majalah terbitan Perancis Anelka berkata, “Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan. Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Dan akhirnya saya menemukan Islam.” Anelka tetap menjalankan puasa 1 bulan penuh meskipun di tengah kompetisi.
Momo Sissoko,,Sulley Muntari dan Mohamadou Diarra
Mereka adalah pesepakbola muslim yang tetap memilih menjalankan puasa di bulan Ramadhan meskipun ada pertandingan,menurut dia,berpuasa justru memberi kekuatan untuk mengatasi kesulitan.
Mehdi Mahdavikia
Tidak mengalami hambatan berarti saat Ramadhan. Pemain yang kini berusia 32 tahun ini menata dietnya sedemikian rupa sehingga sanggup menjalani laga-laga keras di Liga Jerman (Bundesliga). “Saya selalu makan dan minum banyak saat sahur. Tanpa minum saat latihan pagi dan sore tak berpengaruh buat saya,” kata Mahdavikia. Menjalani ibadah puasa dan bermain di salah satu liga keras di Eropa, diakui Mahdavikia sangat berat. Tapi, latihan dua kali sehari tak mengganggu langkah gelandang dan sayap kanan Iran di Piala Dunia 1998 dan 2006 ini.
Sumber: Google
Langganan:
Postingan (Atom)
